Cimahi, 19/1 (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Cimahi, Jawa Barat, memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Djoko Santoso terkait dengan ambruknya atap gedung SD Cipageran Mandiri I.
"Hari ini, memang kami memanggil Kepala Dinas Pendidikan, saudara Djoko Santoso, sebagai saksi dalam peristiwa ambruknya ampig SD Cipageran Mandiri I," kata Kasat Reskrim Polresta Cimahi AKP Achmad Zubair, di Cimahi, Selasa.
Dalam pemeriksaan, kata Achmad Zubair, Djoko Santoso ditanya mengenai beberapa hal terkait dengan ambruknya SD Cipageran Mandiri I pada 5 Januari.
"Tadi kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada Kadisdik, seperti siapa pemborongnya, siapa pemilik tendernya, mengapa sampai bisa ambruk bangunan tersebut," kata Achmad Zubair.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil saksi tambahan seperti pemborong, konstraktor, dan pengembang yang membangun gedung SD Mandiri Cipageran I.
"Dari hasil akhir sidak yang dilakukan DPRD dan pihak lainnya, ditemukan beberapa kejanggalan dalam pembangunannya," katanya.
Dinding ampig (atap) lantai tiga gedung SD Cipageran Mandiri I Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, ambruk diterjang puting beliung dan menimpa bagian belakang serta lantai dua Puskesmas Cipageran.
"Saat kejadian saya sedang mengetik di lantai dua, dan tiba-tiba ada suara keras seperti ledakan bom menimpa atap. Seketika ruangan di lantai dua penuh dengan debu dari tembok," kata saksi mata yang juga perawat di Puskesmas Cipageran, Nurhayati.
Ia tidak menyangka angin kencang disertai hujan deras dan sambaran petir pada Selasa (5/1) sore menyebabkan ambruknya dinding lantai III gedung SD Cipageran yang letaknya bersebelahan dengan Puskesmas Cipageran.
"Bangunan SD Cipageran itu baru saja selesai dibangun, kalau tidak salah baru sekitar satu bulan yang lalu, tetapi entah mengapa bisa ambruk karena angin," katanya.
Menurut dia, selain merusak lantai dua Puskesmas Cipageran, dua unit komputer, satu layar infokus, tiga meja kerja, bak penampung air dan taman belakang puskesmas juga rusak akibat ditimpa reruntuhan tembok.
"Kerusakannya cukup banyak mas, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena kejadiannya sore hari dan tidak ada pasien yang berobat ke puskesmas," kata Nurhayati.
Adjat Sudrajat
(U.PK-ASJ/B/s018/s018) 19-01-2010 15:27:34
