Bandung, 6/12 (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat belum mendapatkan laporan secara resmi mengenai kelangkaan harga bahan pokok kedelai.
Kadisperindag Jabar, Agus Gustian, di Bandung, Minggu, menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari Dinas Kota ataupun Kabupaten serta para pengrajin. Namun, beberapa pengrajin makanan berbahan baku kedelai di sejumlah kota di Jabar dilaporkan mengalami kesulitan.
"Seperti di Sumedang juga mengalami kesulitan. Saya mendapatkan kabar dari media para pengrajin tahu di Sumedang cukup kesulitan akibat kelangkaan kedelai," ujar Agus.
Menurut dia, kelangkaan kedelai tersebut membuat kenaikan harga di pasaran. Kondisi tersebut berdampak para para pengrajin tahu dan tempe.
"Saya memperkirakan kelangkaan kedelai ini ulah spekulan atau pihat tertentu untuk menaikkan harga kedelai," katanya.
Ia menambahkan, pasokan kedelai di Jawa Barat kebanyakan diimpor. Pihaknya pun belum mengetahui apakah faktor penyebab dari kelangkaan tersebut.
"Bisa saja pengiriman barang ke Jabar tersendat atau juga ada pihak tertentu yang ingin membuat harga kedelai menjadi naik," tuturnya.
Sementara itu, Disperindag Jabar juga menghimbau kepada Disperindag Kota dan Kabupaten untuk melakukan pengecekan terkait kelangkaan bahan pokok kedelai di daerahnya masing-masing.
Dia menuturkan, kelangkaan tersebut terjadi pada kedelainya saja. Padahal umumnya, dalam menjelang hari-hari besar, kejadian itu meluas pada bahan pokok agar harganya merangkak naik.
"Kenaikan harga tersebut biasanya karena permintaan dari para konsumen tinggi jadi harga-harga merangkak naik," ujarnya.***2***
Jaka Permana
(T.PSO-058/C/J003/J003) 06-12-2009 18:31:41
