Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura (DPPPH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta kecamatan-kecamatan yang rawan kekeringan di musim kemarau ini agar membuat embung atau penampungan air untuk tetap bisa mengairi lahan pertaniannya.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DPPPH Kabupaten Cianjur, Nur Moh Tri Johartantowi di Cianjur, Selasa, mengatakan, Pemkab telah memetakan 10 kecamatan di Cianjur rawan kekeringan, sehingga aparat kecamatan dan desa diminta segera membuat bak penampungan atau embung air dan mengajarkan petani mengubah pola tanam di lahannya.

"Solusi yang harus dilakukan di musim kemarau ini selain mengubah pola tanam, petani menyiapkan air dari penampungan atau embung untuk dialirkan ke lahan pertanian, sehingga tetap produktif di saat musim kering," katanya.  

Ia mengungkapkan masing-masing kecamatan di Cianjur memiliki tingkatan potensi kekeringan berbeda, sehingga pihaknya melakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum ke lapangan. 

"Kami sudah melakukan pemetaan dengan warna, untuk kawasan hijau tua artinya aman, hijau muda agak aman, coklat agak rawan, kuning rawan dan terakhir merah sangat rawan," katanya.

Berdasarkan pemetaan, wilayah dengan warna hijau tua Kecamatan Cugenang dan Agrabinta, warna hijau muda Kecamatan Cipanas, Cikalongkulon, Mande, Pacet, Warungkondang, Gekbrong, Cianjur, Bojongpicung, Campaka, Campakamulya, Sukanagara, Pagelaran, Pasirkuda, Leles, Cibinong, Sindangbarang, Cikadu, dan Cidaun.

Warna coklat atau rawan kekeringan diantaranya Kecamatan Sukaresmi, Karangtengah, Sukaluyu, Cilaku, Ciranjang, Haurwangi, Takokak, Kadupandak, Cijati, Tanggeung, sehingga pihaknya meminta aparat kecamatan dan desa yang rawan untuk mempersiapkan diri membangun bak penampungan dan embung air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya mengatasi dampak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi puncaknya pada bulan Agustus dan September.
 
Meski beberapa pekan terakhir pihaknya mendapat laporan warga di sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, namun masih bisa mengandalkan air sungai dan mata air yang ada walau pengambilan airnya harus menempuh jarak yang jauh dari perkampungan.


 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023