Bandung (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memperkuat pengembangan produksi komoditas lokal guna menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan mendukung keberlanjutan sektor industri.

Pelaksana Tugas Kepala Disdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, di Bandung, Kamis, mengatakan penguatan sektor hulu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

"Kita harus memperkuat produksi lokal. Bagaimana membangun sektor hulu agar kebutuhan pokok dan bahan baku industri daerah bisa dipenuhi dari dalam negeri," katanya.

Menurut dia, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar untuk mendukung upaya tersebut, karena ditopang sektor pertanian dan hortikultura yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama komoditas pangan di Jawa Barat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kabupaten Bandung merupakan salah satu sentra hortikultura terbesar di Jawa Barat dengan produksi per tahun komoditas kubis mencapai 655.147 kuintal, wortel 571.957 kuintal, bawang daun 508.628 kuintal, serta kentang mencapai 584.734 kuintal.

Adapun produksi berbagai komoditas tersebut berasal dari kawasan pertanian di Pangalengan, Kertasari, Pacet, Ciwidey, dan Rancabali yang selama ini memasok kebutuhan pasar di Jawa Barat hingga DKI Jakarta sehingga memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan regional.

Disdagin juga menyebut kapasitas produksi yang besar tersebut perlu terus diperkuat melalui pengembangan sektor hulu agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan tidak mudah terganggu oleh fluktuasi produksi maupun distribusi.

Ia menjelaskan penguatan produksi lokal juga berkaitan erat dengan upaya menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku bagi sektor industri yang menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Bandung.

"Pemberdayaan sektor industri tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut dia, hubungan antara sektor pertanian dan industri perlu terus diperkuat agar nilai tambah dari komoditas lokal dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Dirinya juga menyebut keberlanjutan produksi komoditas lokal juga dinilai penting untuk mendukung aktivitas industri pengolahan yang membutuhkan pasokan bahan baku secara konsisten sepanjang tahun.

Terlebih, sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar perekonomian Kabupaten Bandung berdasarkan data BPS dengan sumbangan lebih dari 50 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan produksi lokal tidak hanya berperan menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung keberlangsungan industri dan pertumbuhan ekonomi daerah.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026