Kota Bandung, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, memastikan harga minyak goreng merek MinyaKita, yang dijual pedagang mitra Bulog, sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

"Distribusi yang melalui Bulog tetap dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter dan tersedia di mitra ritel resmi, yang ditandai dengan poster," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung, Jabar, Senin.

Farhan mengakui harga MinyaKita di luar jaringan Bulog mengalami kenaikan mengikuti mekanisme pasar.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga di pasaran berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.

Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena skema distribusi MinyaKita terbagi menjadi dua jalur, yakni sekitar 30 persen melalui Bulog dan 70 persen melalui pasar bebas.

Berdasarkan data, kebutuhan minyak goreng di Kota Bandung mencapai sekitar 13.500 karton per minggu, dengan sekitar 4.500 karton dipasok oleh Bulog dan sisanya berasal dari distributor pasar bebas.

Pemkot Bandung menilai keterbatasan pasokan dari Bulog menjadi salah satu faktor belum optimalnya stabilisasi harga, terutama saat terjadi gangguan distribusi di pasar.

"Kami melihat di lapangan harga bervariasi karena mengikuti mekanisme pasar,” katanya.
 



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026