Cianjur (ANTARA) - Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI menilai Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum menjadi daerah ramah disabilitas karena belum memadai-nya fasilitas sarana dan prasarana penunjang serta jaminan hak bagi kaum dengan kebutuhan khusus di Cianjur.
Komisioner KND RI Rachmita Harahap di Cianjur, Rabu, mengatakan meski Pemkab Cianjur sudah membangun sejumlah fasilitas penunjang namun dinilai belum cukup untuk menjadikan Cianjur berstatus ramah disabilitas.
Sedangkan Cianjur sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk kaum difabel.
"Fasilitas penunjang yang belum tersedia seperti trotoar yang memadai disertai dengan guiding block dengan lebar 1,8 meter, sehingga dilalui dengan nyaman bagi penyandang disabilitas dari kedua arah," katanya.
Termasuk ketersediaan lift untuk penyandang disabiltas di gedung bertingkat lebih dari 3 lantai guna memudahkan disabilitas dengan kursi roda untuk sampai, serta toilet khusus disabilitas yang juga belum tersedia.
Sehingga secara keseluruhan ungkap dia, hasil penilaian yang dilakukan belum ramah disabilitas, meski sudah ada upaya pemerintah daerah untuk memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana penunjang.
Termasuk ketersediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas yang belum maksimal karena berdasarkan Undang-undang nomor 8 tahun 2016 dijelaskan terdapat kuota 2 persen untuk penyandang disabilitas dalam mendapat pekerjaan.
"Memang sudah ada namun hanya kaum disabilitas dengan usia muda, belum secara menyeluruh ada serapan tenaga kerja yang sesuai Undang-undang di Cianjur, ditambah dunia pendidikan yang belum sepenuhnya inklusif," katanya.
Dimana tambah dia, beberapa mahasiswa disabilitas belum mendapatkan fasilitas juru bahasa isyarat ketika menjalani pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Cianjur terutama mahasiswa tuna runggu.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi, mengatakan selama ini Pemkab Cianjur melalui Dinas Sosial telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kaum difabel, namun penilaian terkait ramah atau tidaknya bersifat relatif tergantung masyarakat.
Bahkan selama ini berbagai fasilitas guna memudahkan penyandang disabilitas dalam melakukan aktifitas di pusat kota Cianjur sudah dibangun, namun ketika penilaian masih dianggap kurang pihaknya akan terus memperbaiki.
"Pemerintah daerah akan terus berupaya memperbaiki dan menambah fasilitas yang kurang bagi penyandang disabilitas, selama ini kami sudah membangun berbagai fasilitas untuk warga dengan kebutuhan khusus tersebut," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026