Kota Bandung (ANTARA) - DPRD Jawa Barat menilai pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan keluarga dari perilaku seksual menyimpang atau LGBT penting sebagai langkah preventif menghadapi persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah mengatakan aturan tersebut diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk melindungi keluarga, khususnya anak-anak, dari dampak penyimpangan seksual dan pengaruh negatif era digital.

“Mereka menyampaikan usulannya agar secepatnya dibentuk Ranperda yang dapat memberikan perlindungan kepada keluarga, khususnya upaya preventif dari penyimpangan seksual,” ujar Siti dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan Raperda tersebut akan menjadi usulan prakarsa DPRD Jabar dan direncanakan masuk dalam Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.

“Pembuatan Ranperda mengenai perlindungan keluarga dari perilaku seksual menyimpang atau LGBT hingga dampak negatif era digital ini sebagai tindak lanjut hasil audiensi dengan Giga Indonesia,” kata Siti di Bandung, Rabu.

Menurut dia, sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat telah memiliki regulasi serupa sehingga diperlukan penguatan aturan di tingkat provinsi.

Sementara itu, Ketua Giga Indonesia Euis Sunarti menyoroti tingginya angka LGBT dan kasus HIV di Jawa Barat.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Barat, kasus baru HIV di Jawa Barat meningkat dari 8.620 kasus pada 2022 menjadi 9.710 kasus pada 2023 dan mencapai 10.405 kasus pada akhir 2024.

Euis menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui penguatan regulasi perlindungan keluarga serta pengawasan dampak sosial di era digital.

Sebelumnya, Komisi V DPRD Jawa Barat menerima audiensi dari Giga Indonesia terkait usulan pembentukan Raperda tersebut dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Bappeda Jabar, Biro Hukum Setda Jabar, Dinas Kesehatan Jabar, hingga DP3AKB Jabar.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026