Kota Bandung (ANTARA) - Komisi II DPRD Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengawasan proses penyembelihan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Anggota Komisi II DPRD Jabar Arief Maoshul Affandy mengatakan pengawasan dilakukan agar proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan dan kesejahteraan hewan.
“Pertama pemeriksaan ante mortem dan post mortem, kami memastikan petugas medis turun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan hewan sebelum dan sesudah disembelih,” kata Arief di Bandung, Rabu.
Arief mengatakan pihaknya juga menekankan penerapan prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan selama proses penyembelihan berlangsung.
Menurut dia, hewan kurban tidak boleh mengalami stres sebelum disembelih dan penggunaan alat yang sesuai menjadi hal penting.
“Kami menekankan hewan kurban tidak boleh stres saat akan disembelih. Penggunaan alat bantu seperti pisau yang sangat tajam adalah standar yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Arief menambahkan aspek syariat juga menjadi perhatian utama agar proses penyembelihan sah secara agama dan menghasilkan daging yang aman dikonsumsi masyarakat.
“Ketiga tentu sertifikasi halal. Proses sembelih harus benar secara syariat agar kualitas dagingnya pun terjamin secara kesehatan,” katanya.
Selain proses penyembelihan, Komisi II DPRD Jabar juga menyoroti pengelolaan limbah hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan.
Ia mengatakan pihaknya mendorong pemerintah daerah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) khusus untuk penanganan limbah selama pelaksanaan Idul Adha.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai dan kami mendorong pembuatan lubang penampungan limbah seperti septic tank sementara agar tidak mencemari lingkungan,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DPRD-Pemprov Jabar perketat pengawasan penyembelihan hewan kurban
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026