Garut (ANTARA) - PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk subsidi tersedia aman untuk memenuhi kebutuhan petani di lahan yang masih bisa produktif saat musim kemarau di Kabupaten Garut, Jawa Barat sebanyak 1.839 ton pupuk urea atau 225 persen dari ketentuan minimum.

"Dengan stok pupuk tersebut, petani diharapkan tidak khawatir dan bisa melakukan budidaya dengan optimal saat musim kemarau nanti," kata Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan di Garut, Senin.

Ia menuturkan, PT Pupuk Kujang telah melakukan persiapan dengan menjaga kestabilan stok pupuk bersubsidi menjelang musim tanam gadu atau menanam padi saat musim kemarau agar bisa lebih optimal produksi pertaniannya.

Musim tanam gadu, kata dia, diprediksi beriringan dengan fenomena El Nino dan kemarau yang diperkirakan terjadi pada awal Mei 2026, sehingga ketersediaan pupuk yang tepat waktu akan membantu petani untuk kegiatan menanam, terutama saat mengejar fase vegetatif tanaman sebelum ketersediaan air menyusut.

Ketersediaan pupuk, lanjut dia, menjadi krusial sehingga PT Pupuk Kujang sebagai produsen pupuk menjaga keandalan pabrik dan kestabilan operasi.

"Performa produksi terus dioptimalkan untuk terus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani," katanya.

Ia menyebutkan, di Jawa Barat menjelang musim tanam gadu tahun ini tersedia stok pupuk sesuai dengan ketentuan berdasarkan pendataan stok pupuk bersubsidi mencapai 26.278,9 ton, terdiri dari urea sebanyak 22.963,8 ton, NPK sebanyak 1.817 ton dan organik sebanyak 2.657 ton.

Stok pupuk tersebut, kata dia, disiagakan di seluruh wilayah distribusi Pupuk Kujang, termasuk di daerah-daerah lumbung padi nasional seperti Indramayu, Karawang, Subang, dan wilayah lainnya seperti Garut ada di gudang penyangga yakni Gudang Cisurupan, Banyuresmi, dan Cikelet.

"Itu adalah total stok di Gudang Lini 1 dan Lini 3 yang termuat dalam sistem pemantauan digital secara real time," katanya.

Salah seorang petani di Kampung Lengkong, Desa/Kecamatan Samarang, Garut, Asep (70) mengatakan, lahan sawah yang digarapnya merupakan lahan produktif yang selalu terpenuhi kebutuhan airnya meski sedang musim kemarau.

Lahan pertanian di daerah itu, kata dia, tentunya membutuhkan ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan terjangkau agar saat musim tanam bisa dilaksanakan sesuai waktunya.

"Sawah di daerah sini bagus airnya, jadi tetap menanam meski kemarau, makanya kebutuhan pupuk menjadi hal utama, dan selama ini pupuk selalu ada," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026