Garut (ANTARA) - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ahab Sihabudin menyatakan dukungannya terhadap program nasional dalam pengembangan energi panas bumi sebagai energi terbarukan di Kabupaten Garut dengan tetap menjaga lingkungan dan berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat.
"Sangat mendukung terhadap program nasional dalam peningkatan kuantitas EBT (energi baru terbarukan)," kata Ahab di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, sebagai anggota DPRD Jabar dari Daerah Pemilihan Kabupaten Garut tentu mendukung setiap pengembangan potensi yang ada di daerah Garut.
Salah satunya, lanjut dia, seperti rencana pemerintah pusat tentang pemanfaatan panas bumi sebagai energi terbarukan dalam rangka mengurangi energi fosil yang dinilai tidak ramah lingkungan, sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Garut.
"Dalam rangka mengurangi energi fosil yang tidak ramah lingkungan dengan catatan menjaga lingkungan sekitar, dan memberikan kontribusi kesejahteraan masyarakat daerah penghasil yang lebih baik," katanya.
Ia menambahkan, adanya perusahaan yang hadir untuk memanfaatkan panas bumi di Garut tentunya akan menambah potensi dana bagi hasil, kemudian kewajiban program corporate social responsibility (CSR), dan pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Bukan hanya bagi hasil, tetapi juga CSR, dan orang tua asuh terhadap UMKM di daerah," katanya.
Sebelumnya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama jajarannya menemui jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM) untuk mendorong pengembangan potensi energi terbarukan panas bumi yang ada di Kabupaten Garut.
Kemen-ESDM, kata Bupati, sedang merencanakan adanya pengembangan pembangkit listrik panas bumi di Garut, selain yang saat ini sudah berjalan di kawasan Kamojang.
Bupati berharap adanya pengembangan panas bumi itu bisa memberikan banyak manfaat untuk Kabupaten Garut salah satunya meningkatnya dana bagi hasil, dan CSR, selain berkontribusi menambah kebutuhan energi Indonesia.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.