Garut (ANTARA) - Sebanyak 170 calon haji asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinyatakan siap secara persyaratan administrasi maupun kondisi kesehatan untuk diberangkatkan dalam satu kelompok terbang (kloter) ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026.

"Jumlah yang berangkat dari Garut 170 orang, satu kali pemberangkatan kloter 22 Embarkasi Kertajati tanggal 7 Mei 2026," kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut Indra Azwar Mawardi di Garut, Selasa.

Ia menuturkan seluruh calon haji dari Garut sudah memenuhi semua persyaratan seperti administrasi keimigrasian maupun melunasi biaya ibadah haji.

Selama ini, kata dia, proses administrasi haji tidak menghadapi kendala, semua berjalan lancar tinggal menunggu waktu pemberangkatan.

"Tidak ada kendala, tinggal menunggu waktu keberangkatan, mudah-mudahan pas harinya pada sehat semuanya," kata Indra.

Ia mengatakan, calon haji dari Garut paling muda usia 17 tahun dan paling tua 93 tahun yang semuanya sudah mendapatkan bimbingan haji sebelum diberangkatkan.

Jamaah haji tersebut, kata dia, juga akan mendapatkan pendampingan oleh petugas haji pendamping sebanyak empat orang terdiri dari pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.

"Ada empat orang yang ditugaskan untuk jadi pembimbing ibadah, dokter, dan perawat," katanya.

Ia mengatakan, jamaah calon haji dari Garut itu akan digabungkan dengan jamaah dari daerah lain yakni Kota Cimahi, dan Kota Bandung yang dijadwalkan diberangkatkan melalui Asrama Haji Indramayu, dan Bandara Internasional Kertajati.

Proses pemberangkatan dari Garut, kata dia, akan dipusatkan di Pendopo Garut yang nanti diberangkatkan seperti biasa menggunakan bus dengan pengawalan polisi.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026