Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan Jalan Diponegoro Kota Bandung tidak akan ditutup, tetapi hanya akan dialihkan menyusul pembangunan tata kawasan baru Gedung Sate.
KDM saat berkunjung ke Kabupaten Bandung, Senin, menegaskan rencana pengalihan tersebut akan membuat jalan menjadi melingkar dan tidak membelah antara Gasibu dan Gedung Sate.
“Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro. Yang ada pengalihan ruas, dari yang membelah antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi melingkar,” katanya.
Penegasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi sebagai tanggapan dari munculnya petisi penolakan revitalisasi Jalan Diponegoro yang beredar di tengah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyebut kekhawatiran tersebut muncul akibat kesalahpahaman terhadap rencana penataan yang sedang disiapkan pemerintah.
Menurut dia, pengalihan arus lalu lintas tidak dilakukan dalam waktu dekat, melainkan setelah proses pembangunan kawasan selesai.
“Selama jalannya belum dibangun tidak akan kita tutup. Nanti setelah dibangun nyaman, baru kita alihkan,” ujarnya.
KDM menjelaskan penataan dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman, tanpa menghilangkan akses masyarakat terhadap ruang publik di sekitar lokasi.
Ia menilai kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai ruang aktivitas warga sehingga perubahan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026