Garut (ANTARA) - Jembatan permanen yang putus akibat cuaca ekstrem di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai dibangun sementara secara gotong royong agar masyarakat bisa kembali beraktivitas biasa tanpa harus turun untuk menyeberangi sungai.

"Kerja bakti ini dilakukan sebagai respons cepat atas terputusnya jembatan akibat hujan deras yang sempat menghambat aktivitas masyarakat," kata Kepala Polsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat di sela-sela pembangunan jembatan darurat di Kampung Cirindu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Sabtu.

Ia menuturkan, pembangunan jembatan darurat dilakukan secara gotong royong melibatkan unsur kepolisian, TNI, forum komunikasi pimpinan kecamatan, dan masyarakat dengan material dari bambu.

Jembatan Ciwarunga itu, kata dia, merupakan akses utama masyarakat untuk bisa menyeberangi sungai yang menghubungkan daerah Desa Pasirlangu dengan Desa Tanjungjaya.

"Jembatan sementara ini dibangun menggunakan material bambu dengan panjang sekitar 14 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman sungai sekitar 4,6 meter," katanya.

Ia menyampaikan, adanya jembatan darurat tersebut maka masyarakat bisa kembali beraktivitas meskipun hanya bisa digunakan untuk pejalan kaki seperti aktivitas anak sekolah, maupun kegiatan lainnya, terutama perekonomian warga.

Sementara kendaraan roda empat, kata dia, tidak bisa melintas di jembatan darurat tersebut, namun diarahkan ke jalur lainnya dengan jarak sekitar 20 km.

"Sementara hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, dan belum bisa dilintasi kendaraan roda empat," katanya.

Sebelumnya, Jembatan Ciwarunga dengan kondisi bangunan permanen itu terputus akibat cuaca ekstrem hujan deras mengguyur wilayah itu, Kamis (9/4) siang.

Akibat jembatan terputus itu, menghambat aktivitas warga karena harus turun ke sungai untuk menyeberanginya, sedangkan kendaraan bermotor roda dua dan empat harus memutar arah.


 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026