Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merancang pembentukan program inkubator bisnis berbasis teknologi informasi (TI) untuk membantu penguatan dan pengembangan pelaku UMKM di daerah tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan program tersebut menjadi bagian dari cetak biru pengembangan UMKM yang tengah disusun pemerintah daerah.

“Melalui inkubator bisnis, kami ingin membantu UMKM dari sisi pendataan, pembinaan, hingga akses pembiayaan,” kata Alex di Cirebon, Jumat.

Ia menjelaskan potensi UMKM di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 202 ribu pelaku usaha, yang membutuhkan dukungan sistem pembinaan terintegrasi.

Menurut dia, pendekatan berbasis data menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh program intervensi tepat sasaran sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Alex menyebutkan inkubator bisnis tersebut akan menyediakan layanan konsultasi, pendampingan, serta pelatihan bagi pelaku UMKM.

Selain itu, ia mengatakan program tersebut mencakup fasilitasi akses pembiayaan agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas.

“UMKM harus didorong agar memiliki akuntabilitas keuangan sehingga bisa menjadi bankable dan lebih mudah mengakses permodalan,” ujar dia.

Ia menuturkan penguatan kapasitas dilakukan secara bertahap, melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur.

“Inkubator bisnis juga akan mengintegrasikan penerapan teknologi dalam pengembangan usaha guna meningkatkan daya saing,” katanya.

Alex mengatakan program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan akademisi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui program tersebut, dinas menargetkan peningkatan omzet dan aset pelaku UMKM serta terciptanya wirausaha baru di daerah itu.

Grand design yang tengah disusun masih bersifat dinamis dan terbuka terhadap masukan sebelum ditetapkan menjadi kebijakan daerah,” ujar dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026