Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mempromosikan Desa Cikalahang di Kecamatan Dukupuntang sebagai destinasi wisata “hidden gem” yang menggabungkan potensi wisata alam dan sejarah budaya di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengatakan kawasan Cikalahang, memiliki daya tarik alam yang dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata unggulan.
“Desa Cikalahang ini merupakan salah satu desa di Kabupaten Cirebon yang mempunyai kultur alam yang bagus. Tentunya, hal ini perlu kita kenalkan dan optimalkan bersama,” kata Fajar di Cirebon, Sabtu.
Menurut dia, pengembangan sektor pariwisata di Cikalahang membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Atas dasar tersebut, kata dia, Disbudpar bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan pengenalan potensi wisata di kawasan Situ Pajaten, Desa Cikalahang, sebagai bagian dari promosi wisata berbasis potensi lokal.
“Wisata itu tidak bisa berdiri sendiri, perlu kolaborasi dengan berbagai dinas dan pemangku kepentingan lainnya untuk bisa optimal dan menarik wisatawan,” ujarnya.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon Bambang Sudaryanto mengatakan sinergisitas antardinas diperlukan, untuk memperkuat promosi potensi desa kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dalam upaya optimalisasi dan pengenalan potensi-potensi desa yang ada di Kabupaten Cirebon,” kata Bambang.
Ia menyebutkan selain wisata alam Situ Pajaten, Desa Cikalahang juga memiliki Situs Batu Tulis Huludayeuh yang menjadi salah satu peninggalan sejarah penting Kerajaan Sunda di wilayah Cirebon.
Menurut dia, situs tersebut berada di area persawahan dengan panorama perbukitan dan memiliki prasasti batu bertuliskan aksara kuno yang diyakini berkaitan dengan masa Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.
Sementara itu, Juru kunci Situs Batu Tulis Huludayeuh Edi mengatakan prasasti batu itu pertama kali ditemukan warga sekitar pada 1930 saat kawasan tersebut masih berupa hutan belantara.
“Dulunya masih hutan. Katanya ada pohon beringin tumbang, lalu di bawahnya ditemukan batu ini,” ujar Edi.
Ia menjelaskan situs tersebut mulai diteliti pada 1991, sebelum kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah penting terkait Kerajaan Sunda.
“Keberadaan Situs Batu Tulis Huludayeuh dapat menjadi daya tarik wisata edukasi sejarah dan budaya, yang mendukung pengembangan Cikalahang sebagai destinasi hidden gem di Kabupaten Cirebon,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026