Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, menyebut program peningkatan inklusi keuangan untuk pemerataan ekonomi rakyat (PINTAR) telah membantu pengembangan usaha produktif di desa wisata melalui akses layanan keuangan.
“Program ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat melalui penguatan akses layanan keuangan formal, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani di Kuningan, Kamis.
Ia menyampaikan program PINTAR telah dilaksanakan di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, Kuningan, sejak 2025 untuk penguatan inklusi keuangan.
Menurut dia, desa tersebut dan kawasan penyangga Waduk Darma memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa wisata berbasis masyarakat, apabila didukung penguatan ekosistem usaha dan akses pembiayaan.
Ia menyebut potensi yang dimiliki kawasan tersebut meliputi sektor wisata, perikanan, peternakan, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan potensi itu, kata dia, memerlukan dukungan pelatihan, pendampingan usaha, serta infrastruktur yang memadai agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Melalui koordinasi yang kuat, kami ingin memastikan program yang telah diluncurkan sejak Agustus 2025 ini berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar dia.
Pihaknya berkomitmen menjadikan Desa Paninggaran sebagai contoh pengembangan desa wisata berbasis kolaborasi lintas sektor, salah satunya lewat penerapan program PINTAR.
Selain penguatan ekonomi desa, kata Tuti, pemerintah daerah turut mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan sekolah berbasis teknologi pertanian dan pelatihan bagi generasi muda.
“Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, OJK, Rice Indonesia, serta berbagai mitra yang terlibat dalam peningkatan program inklusi keuangan di Kabupaten Kuningan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan OJK Cirebon Tesar Pratama Gustardzidi mengatakan Program PINTAR sejalan dengan upaya OJK memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“Harapannya, seluruh potensi lokal mulai dari UMKM, wisata, hingga ekonomi kreatif dapat terkoneksi dengan sektor jasa keuangan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.