Bandung (Antaranews Jabar) - Program Milk Collection Point (MCP) atau tempat penampungan susu sementara berbasis digital hasil kerja sama PT Frisian Flag Indonesia dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan membantu peternak menghasilkan susu berkualitas.
"Selama ini peternak sapi perah sering abai dalam tata kelola pemerahan sehingga susu yang dihasilkan berkualitas jelek. Tapi program ini membuat peternak sadar bahwa ketika menghasilkan susu berkualitas baik dapat meningkatkan pendapatan," kata Manajer Fasilitas untuk Kewirausahaan dan Keamanan Pangan Berkelanjutan PT Frisian Flag Indonesia Akhmad Sawaldi di Bandung, Jawa Barat, Jumat.
Akmad mengatakan, susu berkualitas baik dapat diketahui dari rendahnya jumlah Total Plate Count (TPC) atau jumlah bakteri yang terkandung dalam susu segar atau sekitar 300.000 mikroba. Sebelum ada program MCP, jumlah TPC dapat mencapai 7 juta hingga 8 juta bakteri.
Untuk mendapatkan susu berkualitas, peternak harus memenuhi empat unsur standard operasional prosedur sebelum dibawa ke MCP untuk dilakukan penimbangan. Pertama, peternak harus membersihkan dan mengeringkan puting (ambing) sapi dengan benar sebelum memerah susu.
Ambing sapi yang kering dan bersih juga dapat memastikan akan lebih sedikit bakteri atau benda asing lain yang masuk ke dalam susu.
Kedua, peternak harus membersihkan wadah penampung susu setelah pemerahan. Wadah yang tidak bersih dapat dipastikan mengandung bakteri berbahaya. Sebab, sisa susu yang menempel akan menggumpal dan berakhir menjadi bakteri.
Ketiga, susu harus disaring sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Selain memastikan wadah harus higienis, peternak sapi perah perlu menggunakan saringan bersih sebelum susu dimasukkan ke dalam wadah itu. Penyaringan dilakukan untuk memastikan tidak ada benda asing yang masuk dan berpotensi merusak susu.
"Empat aspek itu yang biasanya jarang dilakukan oleh peternak. Maka hasil susunya pun buruk dan berujung pada nilai jual yang rendah saat dibawa ke MCP," kata Akhmad Sawaldi.
Seorang peternak, Torsiwan Harsa (47), mengatakan, setelah mengikuti program MPC dirinya termotivasi untuk meningkatkan kualitas susu agar memiliki nilai jual tinggi. Setiap hari ia menyetorkan sekitar 50 liter lebih susu dari lima sapi yang ia miliki.
"Saya jadi mengetahui tata cara pengolahan yang berbeda dan sangat membantu. Kualitas produksi kami baik dan harga susu bisa naik. Dulu paling satu juta lima ratus ribu sampai dua juta per bulan, kini bersihnya tiga jutaan, lumayan naikknya," katanya.
