Bandung (ANTARA) - Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, sebagai penanda Lebaran atau beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal 1447 Hijriah.
Peneliti Observatorium Bosscha ITB Yatny Yulianti menyebutkan setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal Ramadhan dan Syawal bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum.
“Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi terhadap ketebalan sabit bulan, juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Syawal 1447 H,” kata Yatny di Bandung Barat, Kamis.
Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah matahari terbenam ini disebut sebagai hilal.
“Atas dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia, astronom Observatorium Bosscha juga akan melakukan pengamatan di Observatorium Lhok Nga, Aceh,” katanya.
Yatny mengatakan kegiatan pengamatan ini juga merupakan bagian dari penelitian jangka panjang Observatorium Bosscha mengenai visibilitas hilal yang bertujuan untuk memperkaya basis data pengamatan bulan sabit muda di wilayah Indonesia
“Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas tampilan sabit bulan,” katanya.
Dia menuturkan berdasarkan data hilal Syawal pada Selasa 19 Maret 2026?di Indonesia elongasi toposentris bulan dan matahari merentang antara 4,6 derajat hingga 6,2 derajat hingga ketinggian toposentris Bulan merentang antara 7,5 derajat hingga 9,4 derajat.
Menurutnya, usai dilakukan pengamatan, hasil penelitian tentang hilal akan diserahkan kepada unit Kementerian Agama jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang itsbat.
“Ya, nanti kita laporkan ke sidang itsbat terpusat jika ada yang berhasil mengamati dari dua lokasi yang Tim Observatorium Bosscha lakukan pengamatan,” kata dia.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026