Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polresta) Bandung, Jawa Barat, melakukan penyelidikan terkait 13 kios bangunan yang rubuh di Pasar Bersih Soreang yang menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono di Bandung, Senin, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan bahwa bangunan pasar yang rubuh akibat peristiwa tersebut merupakan bagian atap dan bibir bangunan.

"Benar adanya ada beberapa kios, sekitar 13 kios yang rubuh. Jadi bagian atap atau bibir bangunan yang runtuh," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan kepolisian bersama warga adalah menolong korban dan mengevakuasi mereka dari reruntuhan.

Dirinya menyebut korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi dan autopsi guna mengetahui penyebab kematian secara pasti, sementara tiga korban lainnya dirawat.

Sementara itu, pihak Satreskrim Polresta Bandung saat ini mengumpulkan fakta di lapangan, termasuk keterangan saksi, serta melakukan pemeriksaan terkait kondisi konstruksi bangunan.

"Satreskrim Polresta Bandung sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini karena ada korban meninggal dunia. Kami juga meminta dukungan Polda untuk memastikan penyelidikan secara saintifik," ujarnya.

Kapolresta Bandung menekankan pihaknya akan melibatkan ahli konstruksi untuk menilai kondisi bangunan secara menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab ambruknya pasar.

Ia juga mengimbau pengelola pasar dan dinas terkait untuk segera memeriksa bangunan lain yang dibangun pada tahun dan oleh kontraktor yang sama, agar tidak menimbulkan korban jiwa berikutnya.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026