Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih melakukan pendataan terkait dampak gempa magnitudo 4.3 terpusat di Kabupaten Sukabumi yang sempat membuat panik masyarakat di sejumlah wilayah di Cianjur karena dirasakan cukup kencang, Minggu.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Minggu, mengatakan gempa yang dirasakan sebanyak dua kali di sejumlah wilayah di Cianjur, terpusat di koordinat 6.98 LS - 106.98 BT atau 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
Membuat sebagian besar warga bertahan di luar rumah selama beberapa puluh menit dan di sejumlah pusat keramaian warga memilih bertahan di tempat parkir kendaraan guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
Merasa yakin tidak ada gempa susulan warga kembali ke dalam rumah meski dengan perasaan was-was karena sejak satu pekan terakhir warga merasakan gempa cukup kencang yang terpusat di Kabupaten Sukabumi.
"Petugas masih melakukan pendataan terkait dampak gempa di Sukabumi yang dirasakan cukup kencang di sejumlah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi," katanya.
Dia menjelaskan laporan sementara getaran gempa pada dini hari itu, cukup kencang dirasakan sebanyak dua kali di Kecamatan Gekbrong, Warungkondang, Cianjur, Campaka, dan Takokak.
Gempa yang dirasakan sebanyak dua kali sempat membuat panik warga di sejumlah lokasi termasuk di Perumahan Pesona Cianjur Indah, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur yang masih trauma dengan Gempa Cianjur tahun 2022.
"Kami tetap meminta warga untuk waspada dan tidak panik, segera mencari tempat aman ketika merasakan getaran gempa," katanya.
Sementara warga di Perumahan Pesona Cianjur Indah merasakan getaran gempa yang cukup kencang sebanyak dua kali, sehingga sebagian besar berhamburan ke luar rumah dan bertahan selama beberapa belas menit guna memastikan tidak terjadi gempa susulan.
"Cukup kencang terasa dua kali, sehingga kami langsung lari keluar rumah dan di luar sudah banyak warga lainnya, kami masih trauma dengan gempa tahun 2022 dimana wilayah kami cukup terdampak parah," kata warga perumahan Vicky Juniar.
Hal yang sama dirasakan masyarakat yang sedang menunggu sahur di pusat keramaian di Cianjur, sebagian besar berhamburan ke area parkir setelah merasakan gempa yang cukup kencang untuk kedua kalinya yang hanya berselang hitungan detik.
"Bangunan kafe bergoyang cukup kencang ketika gempa kedua kalinya terasa cukup kencang, sehingga pengunjung berlarian ke tempat parkir karena takut bangunan runtuh seperti gempa yang terjadi tiga tahun lalu," kata pengujung kafe Faisal (20).
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026