Garut (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memberikan kompensasi untuk kusir delman masing-masing Rp1,4 juta selama diberlakukan kebijakan larangan beroperasi di jalan untuk kelancaran arus lalu lintas di jalur mudik Hari Raya Idul Fitri.
"Selama libur ini mereka mendapat kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat secara simbolis menyerahkan kompensasi kepada kusir delman di Markas Polres Garut di Garut, Sabtu.
Ia mengatakan kompensasi tersebut tidak hanya diberikan kepada kusir delman, tetapi ada juga penarik becak yang tercatat di seluruh Jawa Barat, termasuk Garut, lima ribuan penerima kompensasi.
Mereka, kata dia, masing-masing mendapatkan Rp1,4 juta dengan kesepakatan tidak beroperasi selama tujuh hari, yakni sebelum dan sesudah Lebaran.
"Uangnya sudah masuk, nanti ada bagian-bagian yang ini sebelum Lebaran dan ini setelah Lebaran," katanya.
Ia mengatakan kebijakan larangan beroperasi pada transportasi tradisional itu bertujuan memperlancar arus lalu lintas kendaraan di jalur mudik.
Apalagi, katanya, keberadaan operasional mereka seringkali berada di jalur-jalur yang memiliki potensi kemacetan, seperti pasar.
Ia menjelaskan larangan itu bisa memudahkan petugas dalam mengatur kelancaran lalu lintas selama musim mudik dan balik Lebaran.
"Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan untuk mempermudah, memperlancar tugas dari Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri," katanya.
Selain berharap memperlancar laju kendaraan, kata dia, kompensasi yang diberikan bisa memberikan dampak kebahagiaan bagi pelaku usaha transportasi tradisional karena mendapatkan uang tanpa harus bekerja, dan pemudik karena kondisi perjalanan lancar.
Harapan lainnya, kata dia, uang yang diberikan kepada mereka bisa memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerahnya karena ada perputaran uang di masyarakat.
"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang mutar di masyarakat dan memberikan dampak kebahagiaan," katanya.
Salah satu kusir delman penerima kompensasi, Ii Saepudin (67), mengaku senang mendapatkan bantuan uang sebagai pengganti selama tidak menjalankan usaha sebagai kusir delman di wilayah Banyuresmi.
"Alhamdulillah, kalau biasanya dapat Rp50 ribu-Rp60 ribu sehari, sekarang dapat Rp200 ribu. Uangnya mau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga Lebaran," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026