Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, melatih 160 pencari kerja untuk memiliki keahlian khusus pada beberapa bidang yang selanjutnya siap kerja, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Garut.
"Ini adalah komitmen kami secara serius untuk meningkatkan lapangan kerja melalui penguatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap, sehingga mereka bisa lebih mudah mencari tempat kerja yang mereka inginkan," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menutup pelatihan bagi peserta Program Pencari Kerja Tahun 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kamis.
Ia menuturkan program tersebut meupakan kolaborasi strategis antara Pemkab Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI yang dirancang untuk menekan angka pengangguran, meningkatkan kompetensi teknis, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda di Garut.
Pemkab Garut, lanjut dia, terus berkomitmen untuk terus menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan siap berkarya pada segala bidang wirausaha maupun industri.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Garut memiliki keterampilan yang memadai, sehingga bisa menciptakan kesempatan kerja di masyarakat maupun terserap di industri," katanya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Nia Garnia Karyana menyatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat pencari kerja untuk mendapatkan keahlian tertentu sebelum masuk dunia kerja.
Ia menyebutkan pelatihan itu ada delapan bidang keahlian dengan peluang kerja tinggi, seperti membuat sepatu, menjahit, perbaikan ponsel, pembuatan roti atau kue, barista, desain grafis, pengelasan, dan perbaikan sepeda motor.
"Insya Allah, kedepannya peluang kerjanya ada, misalnya pelatihan upper sepatu, mudah-mudahan dari PT Changsin (industri sepatu di Garut) bisa secara bertahap menempatkan mereka," katanya.
Ketua Pelaksana Program Pelatihan Kerja Yayan Gunawan mengatakan kegiatan tersebut diikuti 160 peserta dengan kurikulum yang digunakan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) meliputi teori dan praktik.
"Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan ini akan diberi sertifikat pelatihan resmi sesuai dengan kejuruan dan kompetensinya," kata Yayan.
Salah seorang peserta pelatihan desain grafis, Salsa Wilia Rahma mengatakan selama mengikuti program pelatihan tersebut mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, termasuk belajar kedisiplinan.
"Instrukturnya sangat detail dalam menjelaskan materi, sehingga mudah dipahami, fasilitas di sini juga sangat memadai," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026