Garut (ANTARA) - Sebanyak 56 peserta dari komunitas seni dan budaya berbagai daerah siap memeriahkan Gebyar Pesona Budaya Garut yang akan dilaksanakan di perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 25 April 2026 dalam rangka menjaga kelestarian budaya dan mempromosikan pariwisata Garut.

"Seluruh peserta kita sudah data itu ada 56 peserta karnaval, nah itu satu dari seniman dan para budayawan Kabupaten Garut," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika saat jumpa pers persiapan Gebyar Pesona Budaya Garut di Mal Pelayanan Publik Garut, Kamis.

Ia menuturkan, Gebyar Pesona Budaya Garut sebagai agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemkab Garut untuk menjaga kelestarian nilai-nilai kesenian dan kebudayaan di Garut.

Kegiatan itu, kata dia, melibatkan peserta karnaval yang tidak hanya dari Garut, tapi akan hadir dari sejumlah daerah kota/kabupaten, maupun beberapa provinsi lainnya untuk memeriahkan Gebyar Pesona Budaya Garut.

"Kita mengundang lima kabupaten/kota yang berkaitan dengan sejarah Kabupaten Garut. Nah, kita juga mengundang lima provinsi di luar Jawa Barat yang kita undang," katanya.

Ia menyampaikan, peserta karnaval itu akan menampilkan berbagai kesenian yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing, seperti Surak Ibra, Bangreng, Badawang, Lais dan sebagainya.

Selanjutnya, kata dia, kegiatan selama seharian sampai tengah malam itu akan ada pertunjukan kesenian menarik yang memberikan kesan bagi masyarakat seperti wayang golek.

"Kegiatannya satu hari sampai malam, jam 12 malam, karena terakhir kita akan ada wayang," katanya.

Ia berharap, keterlibatan pelaku seni dalam kegiatan tersebut dapat mengangkat kembali seniman dan budayawan yang ada di Garut, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas tentang ciri khas daerah.

Upaya menjaga seni dan budaya di Garut itu, kata dia, tidak hanya saat Gebyar Pesona Budaya Garut, tapi juga akan berkelanjutan memberikan kesempatan bagi pelaku seni untuk sering tampil di ruang-ruang publik.

"Ke depan untuk membuka mereka itu tampil di ruang-ruang publik kita, seperti di hotel, di stasiun kereta api, dan sebagainya," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026