Cimahi (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, Jawa Barat, mengerahkan sebanyak 667 personel untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayahnya selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 pada 13–25 Maret 2026.
Kapolres Cimahi Niko Nurallah Adi Putra di Cimahi, Kamis, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari kesiapan aparat dalam menghadapi mobilitas masyarakat saat libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Jumlah personel sebanyak 667 orang yang akan disebar di sejumlah titik untuk melaksanakan pengamanan selama kurang lebih 13 hari pelaksanaan operasi,” kata Niko usai apel gelar pasukan.
Ia menjelaskan pihaknya juga telah mendirikan 12 pos pengamanan dan pelayanan di wilayah hukum Polres Cimahi untuk memberikan layanan kepada para pemudik yang melintas di kawasan tersebut.
Menurut dia, wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi jalur perlintasan strategis bagi pemudik, baik yang menggunakan jalur tol maupun jalur arteri.
Untuk jalur tol, kendaraan pemudik umumnya melintas dari arah Jakarta menuju Cikampek, Purwakarta, Padalarang hingga Cileunyi maupun melalui ruas tol Soroja.
Sementara pada jalur non-tol, arus kendaraan biasanya melintasi rute melewati Cianjur melalui Jalan Raya Cipatat–Padalarang, kemudian dari arah Karawang melalui Jalan Raya Purwakarta, serta dari arah Subang melalui Lembang menuju Cimahi dan Bandung hingga wilayah Priangan.
Niko mengatakan kepolisian memprediksi gelombang awal arus mudik mulai terjadi pada 14–15 Maret 2026 seiring penerapan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA), serta gelombang berikutnya pada 18–19 Maret yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Selain itu, kepolisian juga telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan berdasarkan evaluasi arus mudik tahun sebelumnya.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Pasar Tagog Apu, Simpang Cimareme, dan Simpang Beatrik yang dinilai sebagai titik rawan kepadatan lalu lintas.
“Ketiga lokasi tersebut menjadi titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kemacetan,” kata Niko.
Ia menambahkan pengamanan jalur mudik dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah daerah guna memastikan perjalanan masyarakat selama periode mudik berlangsung aman dan lancar.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026