Kuningan (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyiapkan sekitar 10 ribu kalung sehat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah guna menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah kurban.
Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan A. Taufik Rohman di Kuningan, Kamis, mengatakan kalung sehat dipasang pada hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan sebagai penanda ternak tersebut layak untuk dikurbankan.
Ia mengatakan masyarakat tetap harus memperhatikan kondisi fisik, saat membeli hewan kurban dan tidak hanya terpaku pada keberadaan kalung sehat.
“Yang penting pastikan sehat dan layak untuk kurban. Secara fisik harus terlihat sehat, tidak cacat,” katanya.
Menurut dia, jumlah hewan kurban di Kabupaten Kuningan dimungkinkan melebihi jumlah kalung sehat yang disiapkan pemerintah daerah karena banyak peternak memelihara hewan secara mandiri untuk kebutuhan Idul Adha.
Taufik menuturkan hewan tanpa kalung sehat belum tentu tidak layak dijadikan hewan kurban, selama kondisi ternak sehat dan memenuhi syariat Islam.
Ia menyampaikan pemeriksaan telah dilakukan sejak 6 Mei 2026 di pasar dan lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan, dengan melibatkan sekitar 70 petugas gabungan
“Para petugas memastikan hewan kurban memenuhi syarat usia minimal sebelum dinyatakan layak untuk dikurbankan,” katanya.
Untuk kambing dan domba, kata dia, minimal berusia satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau minimal berusia dua tahun.
“Kalau kambing domba minimal satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau dua tahun,” katanya.
Selain usia, petugas juga memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh, seperti kondisi mata, kaki, lendir, cacat fisik, hingga kelengkapan organ tubuh hewan.
“Namanya hewan kurban harus sempurna. Mata, kaki, sampai alat kelaminnya juga harus sempurna,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.