Kota Bandung (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan siap melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu penanganan sampah di Kota Bandung melalui kolaborasi kampus dan pemerintah daerah.

“Kampus memetakan kebutuhan komposting, maggotisasi, biodigester, RDF, sampai rantai pasoknya. Setelah itu kita usulkan ke pemerintah pusat, jadi tidak membebani APBD,” kata Mendiktisaintek Brian di Bandung, Rabu.

Mendiktisaintek menilai Bandung memiliki modal kuat berupa jejaring perguruan tinggi besar serta jumlah mahasiswa yang melimpah. Karena itu, kampus akan dilibatkan mulai dari pemetaan kebutuhan infrastruktur, kajian model bisnis, edukasi masyarakat, hingga penerjunan mahasiswa lewat KKN.

Menurut dia, pendekatan berbasis kolaborasi tersebut dinilai lebih efisien dibanding pembangunan fasilitas teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berskala besar yang membutuhkan investasi hingga Rp2 triliun hingga Rp3 triliun per unit.

Ia menambahkan apabila model penanganan sampah di Bandung berjalan efektif, pendekatan serupa berpotensi diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia mulai tahun depan.

“Kita jadikan Bandung panggung percontohan nasional. Tahun ini kita keroyok bersama,” ujar Mendiktisaintek.

Brian menjelaskan program tersebut dirancang melibatkan unsur kampus, pemerintah pusat, Pemerintah Kota Bandung, hingga TNI-Polri untuk pengawasan, khususnya di sektor hotel, restoran, kafe serta pasar.

Selain pengawasan, pemerintah juga menyiapkan langkah penegakan hukum disertai pemberian insentif bagi pelaku usaha yang patuh dalam pengelolaan sampah.

Sebelumnya, pemerintah pusat menetapkan lima daerah sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis kolaborasi kampus dan pemerintah daerah, yakni Bandung, Bogor, Tangerang, Purwokerto, dan Yogyakarta.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendiktisaintek libatkan mahasiswa KKN tangani sampah di Kota Bandung

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026