Bandung (ANTARA) - Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) Buky Wibawa Karya Goena menyoroti laporan menahun soal satu pohon mahoni di Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Kota Cimahi, yang mengganggu dan membahayakan lalu lintas karena posisinya menjorok ke arah jalan.
Buky mengungkapkan, kondisi pohon yang condong ke badan jalan di jalur vital penghubung Cimahi-Kabupaten Bandung Barat tersebut sudah dibiarkan selama lima tahun tanpa solusi konkret, meski warga telah berulang kali melayangkan laporan, bahkan dari laporan yang diterimanya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat dinilai saling lempar tanggung jawab.
"Sudah lima tahun persoalan ini dipingpong. Ini jalan provinsi yang menghubungkan Cisarua sampai Cimahi. Warga sudah lama meminta solusi karena pohon condong ke jalan dan mengganggu arus lalu lintas," ujar Buky Wibawa dalam keterangan di Bandung, Kamis.
Buky mensinyalir macetnya penanganan disebabkan oleh tarik ulur kewenangan antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Bina Marga Jabar.
Ia menegaskan, persoalan birokrasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan potensi jatuhnya korban jiwa.
"Karena ini kewenangan provinsi, jangan sampai dipingpong antardinas. Saya minta pemerintah segera tuntaskan. Nyawa warga terlalu berharga untuk ditunda-tunda," ujarnya.
Dalam tinjauan langsungnya di wilayah Cipageran pada akhir Januari lalu, Buky menemukan fakta bahwa pohon miring tersebut bukan sekadar mengganggu estetika jalan, melainkan sudah sering memakan korban luka akibat tertabrak pengendara.
"Setelah dicek langsung, memang sangat miring dan berpotensi mengancam pengguna jalan. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Ini jelas membahayakan keselamatan," ucap Buky.
Peninjauan lapangan oleh Buky, dilakukan bersama lurah setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk fungsi pengawasan legislatif, setelah menerima banyaknya keluhan masyarakat yang masuk secara daring maupun luring.
Pimpinan DPRD Jabar ini mendesak Pemprov Jabar segera melakukan pemangkasan atau penebangan pohon berbahaya tersebut dalam waktu dekat agar aktivitas masyarakat di jalur strategis itu kembali aman.
"Penanganan bisa dilakukan dalam waktu (dekat)," tutur Buky yang juga berharap koordinasi lintas dinas segera dirampungkan tanpa harus menunggu adanya korban lagi.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026