Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat mencatat ada 33 jembatan dalam kondisi rusak yang menjadi prioritas diperbaiki dari sumber anggaran pemerintah pusat untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian.
"Itu kondisi yang dianggap segera harus dilakukan pembangunan, yang 33 itu kebanyakan jembatan gantung yang rawan putus, memang perlu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut Agus Ismail di Garut, Senin.
Ia menuturkan, pemerintah pusat menginstruksikan ke pemerintah daerah untuk menginventarisasi seluruh jembatan lalu mengecek semua kondisinya, jika rusak harus segera diperbaiki karena menjadi akses masyarakat untuk pendidikan maupun perekonomian.
Berdasarkan laporan dari desa, kata dia, ada 453 jembatan, tapi yang berhasil dilakukan verifikasi terkait kondisi kelayakan jembatan dan tingkat kebutuhan masyarakatnya tercatat baru 33 jembatan.
"Ada hampir 453 jembatan, cuman ini kita sedang lakukan verifikasi itu baru bisa memverifikasi di 33 jembatan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh kementerian maupun juga oleh dinas bina marga provinsi," katanya.
Ia menyebutkan seluruh jembatan yang diverifikasi harus segera diperbaiki lokasinya tersebar di sejumlah daerah di Garut, dengan jumlah terbanyak di wilayah selatan Garut karena terdapat banyak sungai.
Seluruh jembatan yang sudah diverifikasi itu, kata dia, oleh Pemkab Garut akan diusulkan ke pemerintah pusat agar segera diperbaiki di tahun anggaran 2026 untuk menunjang akses layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
"Kita sedang komunikasikan dengan kementerian untuk realisasinya tahun sekarang," katanya.
Ia menyebutkan hasil verifikasi untuk perbaikan satu jembatan membutuhkan anggaran rata-rata sebesar Rp1,5 miliar, dan ada yang sampai Rp3 miliar tergantung dari panjang dan lebar jembatan.
"Jembatan gantung itu kan panjangnya ada yang 90 meter, ada yang 80 meter, ada 70 meter, cukup besar biayanya dengan lebarnya itu kurang lebih 1,8 meter," katanya.
Ia berharap adanya perbaikan jembatan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi masyarakat saat menyeberangi sungai untuk melakukan rutinitas sehari-hari seperti akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sebagainya.
"Jadi jembatan itu kan melewati beberapa kampung, beberapa desa, artinya hal ini penting karena untuk akses masyarakat," katanya.
