Apabila emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka akan diberikan exit policy, namun saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan.

Selain itu, BEI dan Self–Regulatory Organization (SRO) akan menyesuaikan dan menyampaikan proposal sesuai dengan yang dibutuhkan MSCI terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia.

Selain itu, OJK mengungkapkan pemerintah akan segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ditargetkan terbit pada kuartal I tahun 2026.

Pada perdagangan Kamis (29/01) kemarin, bursa saham Eropa ditutup variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,52 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,17 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,52 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,06 persen.

 

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup variatif pada Kamis (29/01), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,13 persen ditutup di 6.969,01, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,11 persen ditutup di 49.071,56, serta indeks Nasdaq melemah 0,53 persen ke 25.884,30.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 0,84 persen ke level 52.925,89, indeks Shanghai melemah 1,31 persen ke posisi 4.103,68, indeks Hang Seng melemah 1,60 persen ke posisi 27.520,00, dan indeks Straits Times melemah 0,20 persen ke 4.920,74.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat di tengah fase krusial pasar modal Indonesia

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026