Kota Bandung (ANTARA) - Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka program studi Rekayasa Kosmetik jenjang sarjana (S1) di bawah Fakultas Farmasi mulai semester ganjil tahun akademik 2026/2027 guna menjawab kebutuhan tenaga profesional seiring pesatnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia.
Rektor Unpad Arief S Kartasasmita mengatakan pembukaan program studi baru tersebut merupakan langkah strategis Unpad dalam merespons perkembangan industri yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi khusus di bidang kosmetika.
“Dengan bekal pengalaman Fakultas Farmasi selama ini, kami yakin prodi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberi dampak positif bagi industri kosmetika serta pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Arief di Bandung, Rabu.
Arief menuturkan, Prodi Rekayasa Kosmetik akan membuka daya tampung sebanyak 80 mahasiswa melalui tiga jalur penerimaan, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri.
Ia mengatakan prodi ini terletak pada fokus pembelajaran yang secara spesifik mengkaji komoditas kosmetik, mulai dari pengembangan produk, formulasi, produksi, hingga aspek pemasaran.
“Karena berada di bawah Fakultas Farmasi, aspek kefarmasian tetap menjadi fondasi kuat, mulai dari regulasi, quality control, hingga pemasaran produk kosmetik,” ujarnya.
