Ia mengatakan keikutsertaan peserta lintas daerah, menjadikan ajang tersebut sebagai kompetisi berskala nasional dan menghadirkan empat juri yang memiliki pengalaman serta prestasi di ajang kopi internasional.
“Para juri tercatat pernah meraih juara dalam kompetisi kopi dunia di berbagai negara,” ujarnya.
Selain kompetisi, kata dia, festival juga diisi dengan talkshow kopi yang membahas rantai industri kopi dari hulu hingga hilir.
Selain itu, ia menyampaikan pemerintah daerah turut memfasilitasi workshop brewing yang mencakup teknik meracik kopi, cupping, dan public cupping.
Tak hanya itu, Iing mengemukakan rangkaian kegiatan lainnya adalah literasi keuangan yang diikuti pelaku UMKM dan mahasiswa yang telah memiliki usaha.
Ia menegaskan literasi keuangan penting, untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap akses pembiayaan formal.
“Melalui fasilitasi festival tersebut, kami berharap pelaku kopi lokal mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jejaring usaha di tingkat nasional,” ucap dia.
Baca juga: DPRD Kota Cirebon meminta pemda perkuat program pengendalian banjir
Baca juga: Polisi: Rumah kos di Cirebon jadi tempat produksi tembakau sintetis
Baca juga: Pemkot Cirebon menginventarisasi kabel udara untuk penataan bawah tanah
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026