Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat melakukan asesmen daerah yang terdampak bencana alam cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan untuk melakukan penanganan cepat terhadap masyarakat yang terdampak seperti kerusakan rumah dan kebutuhan logistik.
"BPBD Ciamis melaksanakan asesmen cuaca ekstrem dan penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Minggu.
Ia menuturkan, hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Ciamis menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga, meski begitu beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Daerah yang terdampak cuaca ekstrem hingga menyebabkan pohon tumbang, kata dia, yakni terjadi di Desa Bendasari, dan Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya.
"Hujan dengan intensitas tinggi dengan angin kencang mengakibatkan pohon mahoni yang kondisi akarnya sudah lapuk tumbang menimpa rumah warga," kata Ani.
Ia menyebutkan daerah lainnya yang dilanda cuaca ekstrem yakni Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, kemudian rumah rusak di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, lalu di Desa Werasari, Kecamatan Sadananya, dan di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih.
Rumah warga yang rusak itu, kata dia, karena kondisi bangunannya sudah lapuk sehingga cukup mudah ambruk bagian atapnya ketika diterjang hujan deras dan angin kencang.
"Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dengan waktu yang lama mengakibatkan bangunan rumah mengalami ambruk, ditambah keadaan bangunan yang sudah lapuk," katanya.
Ia menyampaikan warga yang rumahnya rusak sementara mengungsi dan mengevakuasi barang berharganya ke tempat yang lebih aman di rumah saudaranya.
BPBD Ciamis, kata dia, melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan mendesak korban yang terdampak bencana seperti perbaikan bangunan rumah yang selanjutnya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.
"Kebutuhan mendesak perbaikan atau pembangunan kembali rumah. BPBD Ciamis berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan asesmen, dan drop logistik kedaruratan," katanya.
