Di sisi lain, sentimen negatif mengiringi kurs rupiah mengingat adanya risiko geopolitik, intervensi pemerintah AS terhadap independensi Federal Reserve, dan ancaman tarif Presiden AS Donald Trump sebesar 25 persen terhadap negara-negara yang melakukan hubungan dagang dengan Iran.
“Sentimen global masih berpengaruh negatif terhadap rupiah karena tren peningkatan indeks dollar dipicu oleh risiko geopolitik dan stance kebijakan bunga The Fed yang tidak akan berubah dalam jangka pendek walaupun data ekonomi mendukung penurunan bunga,” kata dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.871 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.875 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat dipicud tren peningkatan indeks saham
