Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, tegaskan kolaborasi Pentahelix sebagai langkah penting untuk mengentaskan permasalahan bencana, seperti banjir di wilayahnya.
Wakil Bupati Bandung Ali Sakieb dalam keterangan yang diterima di Bandung, Sabtu, menuturkan bahwa pihaknya akan senantiasa mencari solusi terbaik untuk melindungi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus mencari solusi terbaik untuk melindungi masyarakat. Salah satunya ke depannya kita akan lakukan kolaborasi pentahelix," ujarnya.
Dirinya juga menegaskan kepada aparat, masyarakat, dan para pemangku kepentingan untuk tidak bermain-main dengan tata ruang wilayah agar tidak terjadi bencana serupa.
"Ini adalah peringatan bagi kita semua. Jangan main-main dengan tata ruang karena alam akan membalas apa yang kita semua lakukan," tambahnya.
Dalam pantauan ANTARA, kondisi banjir masih relatif tinggi di beberapa titik di wilayah Dayeuhkolot berkisar 10-150 sentimeter hingga Sabtu pagi ini.
Beberapa titik ruas jalan, seperti depan Metro Garmen, Pasar Dayeuhkolot, Jalan Cipurut, juga terputus baik roda dua atau roda empat karena ketinggian genangan yang mencapai pinggang orang dewasa hingga pagi ini.
Sebelumnya, tiga kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak banjir sejak Kamis (4/12) malam karena curah hujan yang sangat tinggi.
Adapun data terdampak banjir, yakni Dayeuhkolot sekitar 25.918 jiwa, Baleendah 5.579 jiwa, dan Bojongsoang sekitar 3.000 jiwa serta menyebabkan 162 kepala keluarga (KK) atau sekitar 457 jiwa harus dievakuasi ke tempat pengungsian guna menyelamatkan diri.
Tidak hanya itu, beberapa titik mengalami bencana longsor di Kabupaten Bandung seperti,Pangalengan, Panyirapan, Cangkuang, Cimaung, dan terakhir di wilayah Arjasari pada Jumat (5/12) Sore yang menyebabkan 100 KK dievakuasi serta beberapa warga dilaporkan hilang.
