Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberikan bantuan modal berupa peralatan produksi kepada 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM untuk mendorong kemandirian UMKM lokal.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur Henny Purwaningsih di Cianjur Jumat, mengatakan bantuan yang diberikan berbentuk alat produksi dengan nilai di bawah Rp3 juta per UMKM.
"Program ini dinilai strategis untuk menghindari penyalahgunaan bantuan modal tunai yang sebelumnya pernah terjadi, di mana pelaku usaha menggunakan uang bantuan modal untuk membeli telepon selular atau barang lain yang tidak ada kaitan dengan usaha yang mereka jalani," katanya.
Sehingga pada tahun 2025 dilakukan percobaan untuk 200 UMKM dan lima tahun ke depan ditargetkan untuk 400 UMKM, di mana mereka akan mendapat pelatihan sebelum mengajukan proposal peralatan produksi dengan nilai maksimal Rp5 juta.
Pihaknya mencatat saat ini jumlah pelaku UMKM di Cianjur mencapai 60 ribu UMKM berdasarkan pendataan Kementerian UMKM tahun 2022, untuk mendukung pengembangan usahanya, pemerintah daerah juga menyediakan berbagai pelatihan sampai bantuan permodalan.
"Pelatihan yang diberikan seperti digitalisasi dan sertifikasi halal, mempertemukan UMKM dengan perbankan, ritel modern dan dunia usaha, sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar nasional," katanya.
Pemkab Cianjur, ungkap dia, menargetkan seiring bantuan modal usaha yang diberikan dapat meningkatkan hasil produksi pelaku usaha sehingga dapat menembus pasar nasional bahkan internasional dimana tercatat sejumlah produk UMKM Cianjur sudah dapat tembus pasar internasional.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026