Secara paralel, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk mendukung aktivitas perekonomian desa.
Zulhas menyatakan, masyarakat di desa harus memiliki daya ekonomi yang tangguh, salah satunya bisa diperoleh dari kegiatan positif yang bisa menggerakkan roda perekonomian.
“Kami dekatkan desa itu dengan sumber-sumber ekonomi. Maka, di desa itu dibangun Kopdes,” kata dia.
Ditemui di agenda yang sama, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak perusahaan swasta dan BUMN berperan penting menjadi “kakak asuh” bagi Kopdes Merah Putih.
Dengan berperan sebagai "kakak asuh", ia mengatakan, perusahaan swasta dan BUMN akan memperkuat perekonomian dan monetisasi ekonomi di desa. Dari situ akan tercipta perputaran uang sehingga dapat menggerakkan perekonomian hingga ke masyarakat sampai ke level terendah.
“Perputaran ekonomi ini akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Dengan perputaran uang di desa, pertumbuhan ekonomi agregat bisa dipercepat hingga target 8 persen,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Zulhas: Kebun kelapa kini lebih menguntungkan dari sawit
