Kuningan (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Jawa Barat, mencanangkan pelepasliaran tiga ekor elang ular bido (Spilornis cheela) untuk mendukung upaya pembinaan habitat dan populasi satwa liar di kawasan tersebut.
“Ketiga raptor itu masing-masing bernama Roger, Acil, dan Bejo yang rencananya dilepasliarkan ke kawasan TNGC pada akhir pekan ini,” kata Kepala Subbag Humas, Promosi, dan Pemasaran BTNGC Ady Sularso di Kuningan, Jumat.
Ia mengatakan pelepasliaran ini merupakan bagian dari komitmen BTNGC dalam menjaga kelestarian satwa liar, khususnya jenis raptor atau burung pemangsa.
Sebelum dilepas, kata dia, ketiga elang tersebut menjalani rangkaian uji kesehatan dan uji kelayakan di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).
Selain itu, ia menyampaikan ketiga satwa juga harus melalui masa rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisik dan perilaku alaminya sebagai satwa liar.
“Saat ini ketiga elang sedang memasuki proses habituasi di lokasi pelepasliaran,” ujarnya.
Ia menuturkan proses habituasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, untuk memastikan satwa itu beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Menurut dia, rencana pelepasliaran ini merupakan hasil kerja sama antara BTNGC, Balai Besar KSDA Jawa Barat, dan PKEK.
Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi dan pembahasan penanganan satwa konflik melalui kegiatan bertajuk “Release Satwa Liar” yang dihadiri pemangku kepentingan terkait.
Dalam kegiatan sosialisasi itu, BTNGC menghadirkan narasumber dari Raptor Indonesia (RAIN) yang memaparkan peran ekologi elang ular bido dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Ia menambahkan, proses habituasi merupakan tahap penting untuk memastikan elang-elang tersebut benar-benar siap kembali hidup di alam liar.
“Tim TNGC bersama tim PKEK terus memantau habituasi untuk menjamin keberhasilan, keselamatan, dan kesehatan ketiga elang sampai pelepasliaran dilaksanakan sesuai prosedur,” ucap dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BTNGC canangkan pelepasliaran tiga elang ular bido di Gunung Ciremai
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026