Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko besar terhadap potensi bencana alam hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem selama musim penghujan sampai April 2026.
"Terkait dengan kesiapan ini sudah kita tetapkan ya siaga bencana hidrometeorologi, artinya kita sudah menetapkan ini sebagai sesuatu yang berpotensi untuk kejadian itu," kata sekretaris daerah yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Nurdin Yana di Garut, Senin.
Ia menuturkan saat ini sudah memasuki musim penghujan dan pemerintah provinsi maupun Kabupaten Garut sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Alam sejak 6 Oktober 2025 sampai 30 April 2026.
Status itu, kata dia, untuk memberikan peringatan kepada semua elemen masyarakat, khususnya jajaran pemerintah daerah tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa untuk selalu siaga berbagai kemungkinan akan terjadi bencana alam.
"Para camat khususnya di lapangan itu harus siap-siap antisipasi, jangan sampai terjadi hal yang dimana ada (bencana), sementara kita tidak tahu," katanya.
Ia menyampaikan sudah memerintahkan seluruh jajaran BPBD Garut termasuk semua instansi lainnya untuk siaga 24 jam melakukan penanganan dengan cepat dan tepat apabila terjadi bencana alam.
Semua kejadian bencana alam di Garut, kata dia, harus diberi perhatian, terutama menyangkut kehidupan masyarakat yang terdampak bencana harus diselamatkan dan terpenuhi kebutuhan hidupnya.
