Sementara itu, Kepala SD Negeri Argapura Kota Cirebon Syafei menyampaikan peristiwa tersebut bermula dari video viral di media sosial, yang memperlihatkan wali murid menegur penyedia MBG karena makanan yang diterima diduga basi serta mengandung ulat.
Dia mengungkapkan sebelumnya, sekolahnya pernah menerima makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi, salah satunya menu jamur yang beraroma tidak sedap.
Syafei menegaskan pihak sekolah hanya menghentikan pembagian makanan yang terbukti basi, sedangkan menu lain tetap dibagikan jika dinilai aman.
“Atas kejadian ini, saya berharap penyedia MBG maupun koperasi sekolah lebih teliti dan memperhatikan waktu memasak agar makanan tetap segar hingga diterima siswa,” ucap dia.
