Bandung (ANTARA) - Dinas Pendidikan Jawa Barat mengatakan akan meninjau ulang kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar Bahasa Portugis, guna mengantisipasi ditetapkannya bahasa tersebut dalam kurikulum sekolah, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Ada tidak gurunya? Kan gurunya harus bisa. Mau ngajar gimana kalau tidak bisa. Harus ada pelatihan kan. Dan ini harus dipikirkan karena ini (juga) baru digulirkan dan masih dikaji oleh kementerian," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto dikonfirmasi di Bandung, Jumat.
Meski demikian, Purwanto mengaku pihaknya akan bersiap apabila bahasa Portugis ditetapkan sebagai salah satu mata pelajaran oleh pemerintah pusat, dengan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan walau secara bertahap.
"Ya, kalau itu jadi kebijakan nasional kita harus terapkan secara bertahap, tentunya mempersiapkan infrastrukturnya dengan konsekuensi-konsekuensi mempersiapkan sumber daya manusia dan kalau menjadi kebijakan nasional. Jadi kita nunggu saja, kalau diperintahkan pakai bahasa Portugis, ya sekuat tenaga kita akan praktikkan itu dengan dengan kemampuan kita," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan memiliki rencana memasukkan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran di sekolah.
Hal tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Negara, Kamis (23/10) lalu.
