Bandung (ANTARA) - Sebanyak 803 sivitas akademika Universitas Pasundan (Unpas) mengikuti kegiatan Gebyar Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Fakultas Kedokteran (FK) Unpas di empat kampus Unpas guna deteksi dini dari penyakit yang timbul.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung Deborah Johana Rattu mengapresiasi Unpas atas inisiatifnya menggelar kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-65 Unpas dan upaya kampus menuju predikat Health Promoting University, karena meningkatkan kesadaran mendeteksi penyakit.
"Berdasarkan riset kesehatan 2023, kurang dari 30 persen masyarakat rutin memeriksakan kesehatannya. Program seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran deteksi dini," kata Deborah di Bandung, Rabu.
Rektor Unpas Prof Azhar Affandi mengatakan kegiatan Gebyar CKG ini merupakan bentuk komitmen dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik serta memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor kesehatan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Kesehatan adalah pondasi utama produktivitas dan keberlanjutan kehidupan akademik. Dies Natalis bukan hanya perayaan, tapi juga momentum memperkuat komitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Azhar.
Menurut Ketua Panitia Gebyar CKG sekaligus Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, PPM, Kewirausahaan, Kerja Sama dan Dana Usaha Unpas, Prof Budiana, peserta terbagi pada empat lokasi kampus, yakni Lengkong Besar 200 orang, Tamansari 200 orang, Sumatera 193 orang, dan Setiabudi 210 orang.
"Kegiatan ini menunjukkan sinergi lintas fakultas dalam menjaga kesehatan bersama," katanya.
Adapun Dekan Fakultas Kedokteran Unpas Prof Wiryawan Permadi menegaskan kegiatan ini bersifat promotif dan preventif, untuk mendorong gaya hidup sehat serta deteksi dini penyakit.
