Bandung (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Pasundan (Unpas) menawarkan program percepatan pendidikan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan menghibahkan sistem manajemen mutu berbasis ISO kepada ribuan SMK swasta.
Program percepatan pendidikan, kata Dekan Fakultas Teknik Unpas, Yusman Taufik dalam diskusi panel bersama ribuan kepala sekolah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Provinsi Jawa Barat, memungkinkan lulusan SMK menyelesaikan kuliah sarjana hanya dalam waktu tiga tahun, sebagai strategi konkret menekan angka pengangguran lulusan vokasi di Jawa Barat.
"Melalui program fast track, lulusan SMK yang masuk Fakultas Teknik Unpas dapat menempuh pendidikan lebih cepat. Jika normalnya empat tahun, melalui program ini bisa diselesaikan dalam tiga tahun," ujar Yusman dalam diskusi di Aula FT Unpas Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Untuk hibah sistem manajemen mutu berbasis ISO yang dimiliki Unpas, kata Yusman, universitas akan menghibahkan kepada 2.600 SMK swasta di Jabar tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Langkah ini diambil mengingat SMK swasta merupakan pilar penting ekosistem pendidikan nasional, namun kerap terkendala biaya dalam standardisasi manajemen mutu.
"FT Unpas sudah memiliki sistem manajemen mutu ISO. Insyaallah sistem ini bisa digunakan oleh SMK swasta di Jawa Barat tanpa biaya, untuk membantu penguatan manajemen dan mutu pendidikan," kata Yusman.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman yang hadir sebagai pembicara kunci, menyambut inisiatif tersebut sebagai "super tim" yang dibutuhkan pemerintah.
Ia memaparkan data krusial bahwa tingkat pengangguran terbuka saat ini mencapai 6,7 persen, di mana penyumbang signifikannya adalah lulusan sekolah menengah.
"Target dari Provinsi Jabar lebih cepat lebih baik masalah pendidikan ini bisa diselesaikan, karena pengangguran kita saat ini di angka 6,7 persen, dan ternyata 20 persennya kurang lebih lulusan SMA/SMK," ucap Herman.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan nihil pengangguran bagi lulusan baru melalui konsep sekolah yang adaptif.
"Dan target kami tidak ada lulusan SMA dan SMK yang nganggur, semuanya bisa bekerja atau berwirausaha atau melanjutkan. Bersama dengan sekolah swasta, ini harus dibangun bersama yakni lewat super tim," ujarnya.
