Chelsea terus menekan dan menambah keunggulan pada menit ke-27 lewat tembakan jarak jauh Moises Caicedo yang berbelok arah setelah mengenai bek Ajax Josep Sutalo dan mengecoh kiper Remko Pasveer. UEFA menganggap itu sebagai bunuh diri Sutalo.
Ajax sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-33 melalui penalti Wout Weghorst, setelah Tosin Adarabioyo melanggar Raul Moro di kotak terlarang. Namun kebangkitan itu tak bertahan lama.
Menjelang babak pertama berakhir, dua penalti beruntun diberikan untuk Chelsea. Enzo Fernandez yang dijatuhkan oleh Weghorst sukses mengeksekusi penalti pertama pada menit ke-45, lalu Estevao menambah gol keempat pada menit ke-45+6 setelah dilanggar Youri Baas.
Babak pertama ditutup dengan skor 4-1 untuk tuan rumah.
Pelatih Enzo Maresca melakukan rotasi di awal babak kedua untuk menjaga intensitas permainan. Tyrique George, Andrey Santos, dan Trevoh Chalobah masuk, masing-masing menggantikan Marc Guiu, Enzo Fernandez dan Tosin Adarabioyo.
Pergantian itu langsung berbuah hasil. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Tyrique George mencetak gol kelima Chelsea setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang. Tendangannya sempat membentur pemain Ajax sebelum bersarang ke gawang Pasveer.
Sejak itu, pertandingan sepenuhnya menjadi milik Chelsea. Estevao hampir mencetak gol spektakuler lewat tendangan salto pada menit ke-83, sementara Romeo Lavia dan Jamie Gittens terus menekan lewat sisi sayap.
Ajax sendiri nyaris tak mampu berbuat banyak. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-17 membuat mereka lebih sering bertahan. Ketika peluit panjang berbunyi, skor 5-1 bertahan tidak berubah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Chelsea lumat Ajax Amsterdam 5-1, tiga gol dari pemain U-20
