Bandung (ANTARA) - Sekretariat DPRD Jawa Barat mengungkapkan mereka akan memulai uji coba kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) maksimal 50 persen bagi 133 pegawai mulai November 2025 sebagai persiapan efisiensi tahun 2026.
Sekretaris DPRD Jawa Barat Dodi Sukmayana mengatakan uji coba sebagian pegawai dijadwalkan bekerja dari rumah secara bergilir ini, dengan harapan bisa menekan pengeluaran operasional bulanan gedung legislatif provinsi tersebut.
"November akan dicoba mengurang jumlah pegawai yang masuk dengan harapan terjadi efisiensi penggunaan listrik, air, dan internet," kata Dodi dalam pesan singkatnya pada ANTARA di Bandung, Rabu.
Selain yang bekerja di kantor, Dodi juga mengatakan pihaknya akan melakukan kebijakan pembatasan personel dalam kegiatan fasilitasi DPRD dengan skema 5:1 yakni lima anggota DPRD Jabar difasilitasi satu orang.
"Dengan menggunakan rasio 5 anggota difasilitasi 1 orang saja, sehingga tujuannya biaya perjalanan dinas terjadi efisiensi," kata Dodi.
Meski memberlakukan WFH pada sebagian pegawai, Dodi mengatakan hak mereka tetap akan diberikan.
"Pegawai maksimal 50 persen sisanya WFH. Mereka tetap, gajinya tetap dibayarkan," ucap Dodi.
Selain menyasar pegawai dengan melakukan WFH, Dodi mengatakan pihaknya akan memaksimalkan panel surya untuk sumber listrik, menghentikan penggunaan internet berbayar dan memaksimalkan yang disediakan Kominfo, serta memaksimalkan penggunaan air tanah demi menekan operasional bulanan yang juga dimulai untuk dicoba pada November 2025.
Menurut Dodi, uji coba efisiensi ini akan dilakukan bertahap agar pegawai terbiasa dengan sistem baru pada awal 2026, tanpa mengganggu kinerja kelembagaan.
Meski ada keterbatasan anggaran, ia memastikan seluruh aktivitas, termasuk pelayanan administrasi dan dukungan, tetap berjalan optimal.
"Efisiensi itu bukan alasan untuk menurunkan kualitas kerja. Justru jadi tantangan agar lebih kreatif dan hemat," katanya menambahkan.
