Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kota Bandung untuk memprioritaskan pembersihan drainase hingga penataan infrastruktur dasar di Kota Bandung mengingat pentingnya ini untuk mencegah banjir dan memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata unggulan.
"Seluruh drainase di Kota Bandung harus segera dibersihkan. Jangan sampai saat hujan terjadi penyumbatan, air meluap, dan menjadi hitam," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Jumat.
Menurutnya, drainase yang baik menjadi elemen krusial dalam menciptakan kota yang bersih dan nyaman.
Selain itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga meminta Pemerintah Kota Bandung memperbaiki kondisi jalan dan memperkuat penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik vital.
"Jalan harus mulus dengan marka yang jelas, dan PJU harus terang. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Dedi Mulyadi optimistis penataan infrastruktur yang ditekankannya dalam periode Hari Jadi ke-215 Kota Bandung tersebut, akan membawa Bandung menjadi kota terbersih di Indonesia dengan ruang terbuka hijau dan bangunan heritage yang tertata rapi.
"Bandung akan tumbuh menjadi kota dengan hamparan taman yang indah dan tata kota yang mendukung sektor pariwisata," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan kesiapan pemerintah kota untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.
"Kami mendukung penuh program yang digariskan Gubernur Jabar dan Presiden RI. Kolaborasi, komunikasi, dan integritas menjadi kunci keberhasilan pembangunan Kota Bandung," kata Farhan.
Ia menyebut sinergi lintas sektor diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik dan mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
"Kita punya tanggung jawab moral sebagai lokomotif pembangunan di Jawa Barat," tutur Farhan.
