Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin bergerak melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data ekonomi domestik periode Agustus 2025.
IHSG BEI pada Senin pagi dibuka melemah 210,39 poin atau 2,69 persen ke posisi 7.620.10.
"Selain demo, terdapat rilis data ekonomi pada Senin (01/09), yang akan menentukan arah bursa saham hingga rupiah, salah satunya indeks manufaktur PMI Indonesia," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi periode Agustus 2025, yang diperkirakan akan melandai seiring melemahnya harga sejumlah bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Konsensus memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) akan naik atau mengalami inflasi 0,09 persen month to month (mtm).
Selain itu, juga akan terdapat rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Agustus 2025.
Presiden RI Prabowo Subianto buka suara dalam rangka menyikapi situasi yang terjadi belakangan.
Presiden sudah menerima laporan dari para Ketua Umum (Ketum) Partai Politik (Parpol) yang sudah mengambil langkah tegas terhadap para Anggota DPR RI yang mungkin menyampaikan pernyataan-pernyataan keliru per Senin 1 September 2025.
Dari kawasan Asia, China mengumumkan pada Minggu (31/08), apabila Indeks Caixin China General Manufacturing PMI turun menjadi 49,5 pada Juli 2025, atau lebih rendah dibandingkan sebesar 50,4 pada Juni 2025 dan di bawah perkiraan 50,2.
Angka terbaru ini menandai kontraksi kedua dalam aktivitas manufaktur dalam tiga bulan terakhir, yang dipicu oleh penurunan lebih tajam pada pesanan ekspor baru di tengah ketidakpastian perdagangan global.
Pewarta: Muhammad HeriyantoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026