“Namun, jika psikologis pasar terus diganggu oleh ketidakpastian maka pelemahan IHSG sulit dihindari meski faktor fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat,” ujar Hendra.
Ia mengingatkan pelaku pasar selalu bekerja berdasarkan sentimen dan ekspektasi, yang mana sekuat apapun analisis fundamental yang ada, apabila persepsi investor negatif maka tekanan jual tetap terjadi.
“Karena itu, menjaga stabilitas sosial dan politik saat ini menjadi kunci untuk menahan pelemahan IHSG lebih dalam,” ujar Hendra.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/08), di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat anjlok 180,80 poin atau 2,27 persen ke posisi 7.771,28.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.625.838 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,99 miliar lembar saham senilai Rp13,31 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 662 saham menurun, dan 49 tidak bergerak nilainya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG anjlok, pengamat sebut aksi demo sentimen negatif
Pewarta: Muhammad HeriyantoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026