Jakarta (ANTARA) - Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva mengatakan penguatan nilai tukar (kurs) rupiah seiring opsi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) semakin terbuka.
 

“Sentimen global berperan besar, terutama setelah pasar mencerna hasil Jackson Hole Symposium yang berlangsung akhir pekan lalu,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Pada forum tersebut, sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal pemangkasan suku bunga Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Alasan dibalik potensi ini ialah adanya perlambatan inflasi dan kebutuhan menjagai momentum dan kebutuhan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Sikap dovish ini langsung menekan indeks dolar AS (Amerika Serikat), yang sebelumnya sempat reli, sehingga memberi ruang penguatan bagi mata uang utama dunia termasuk mata uang rupiah,” ungkap Taufan.

Mengutip Anadolu, Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September 2025.



Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026