Cianjur (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, mengikut sertakan kerajinan tangan warga binaan dalam Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPAFEST) 2025 yang digelar Direktorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas II B Cianjur Eris Ramdani di Cianjur Senin, mengatakan meski menjalani hidup sebagai pesakitan di dalam lapas, tidak menyurutkan minat warga binaan untuk menghasilkan berbagai macam karya seni dan kerajinan tangan.
"Berbagai karya seni dan kerajinan tangan yang dihasilkan seperti lukisan, manik-manik, hingga lilin beraroma terapi, ditampilkan dalam festival, termasuk warga binaan yang memiliki bakat melukis," katanya.
Dia menjelaskan hasil karya warga binaan seperti lilin beraroma terapi dibuat dengan memanfaatkan limbah minyak goreng dari dapur lapas, dimana salah seorang warga binaan dapat mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan menularkan pada warga binaan lain.
Termasuk warga binaan perempuan yang dapat menghasilkan kerajinan tangan dari manik-manik, sehingga hasilnya dibawa dalam festival yang di gelar di kawasan PIK 2 Tanggerang.
"Kami membawa hasil karya warga binaan Lapas Cianjur dalam kegiatan festival termasuk lukisan warga binaan YLD yang dalam hitungan hari dapat menuntaskan satu lukisan seperti Situs Gunung Padang dan lukisan dengan tema alam," katanya.
Dia menuturkan selama ini hasil karya seni dan produk kerajinan dari warga binaan sudah banyak dipasarkan keluar lapas, dimana uang hasil penjualan masuk ke rekening masing-masing warga binaan sehingga mereka tetap memiliki penghasilan.
Produk yang sudah memiliki pasar tambah dia seperti kandang ayam dan manik-manik hasil kerajinan tangan warga binaan, dibayar pembeli dari sejumlah daerah termasuk dari pedagang di wilayah Cianjur.
"Kami mengharapkan ketika kerajinan tangan dan karya seni warga binaan diikutsertakan dalam festival yang digelar dapat membuka wawasan masyarakat luas mengenai pentingnya mendukung program pembinaan kemandirian di Lapas, khususnya produk UMKM hasil karya warga binaan," katanya.
Bahkan tambah dia, melalui berbagai kegiatan yang digelar dan menghadirkan produk UMKM warga binaan diharapkan masyarakat semakin mengenal potensi dan kreativitas mereka karena produk yang dihasilkan layak untuk diapresiasi dan didukung karena dapat bersaing dengan produk lainnya.
"Hasil penjualan masuk ke rekening narapidana yang sudah kami buat dan jalankan sejak lama, sehingga dari hasil kerajinan tangan mereka dapat memiliki penghasilan untuk keluarga di luar lapas dengan sumber yang jelas dan sesuai aturan," katanya.
