Garut (ANTARA) - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut bersama nelayan berhasil menemukan 12 dari 47 perahu nelayan yang hilang terbawa arus gelombang laut dengan kondisi sudah rusak di perairan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sisanya masih dicari.
"Yang sudah ketemu 12, tapi kondisi rusak berat," kata Kepala Satpolairud Polres Garut Iptu Aep Saprudin saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler di Garut, Senin.
Ia menuturkan cuaca buruk menyebabkan gelombang tinggi menyeret 47 perahu nelayan ke tengah lautan dan sampai akhirnya tidak diketahui keberadaannya di perairan Garut pada Rabu (7/8).
Sejumlah personel dari Satpolairud dan nelayan, kata dia, berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri pantai dan juga ke tengah lautan, sampai akhirnya berhasil menemukan 12 perahu, sedangkan sisanya sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
"Sampai sekarang belum ada laporan ditemukannya, diperkirakan hanyut terbawa arus dan tenggelam," katanya.
Ia menyampaikan peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian materi akibat perahu hilang, dan terdapat kerusakan perahu sehingga nelayan tidak bisa melaut.
Harga perahu nelayan tersebut, kata dia, diperkirakan dengan mesin pendorong dan perahunya seharga Rp75 jutaan.
"Per unit perahu sama alat harga Rp75 juta," katanya.
Sebelumnya cuaca buruk di wilayah selatan Garut itu menyebabkan 47 perahu yang berada di Pelabuhan Cipunaga, Kecamatan Cibalong lepas dari tali pancang, dan jangkar akibat terhempas gelombang laut.
Satpolairud Polres Garut sudah mengidentifikasi jumlah perahu dan siapa saja pemiliknya. Peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, hanya kerugian materi akibat perahu hilang maupun rusak.***2***
